Perjalanan Seks Om Genit

Cerita Seks – Terik Surya menyengat, Hati Om gundah, setelah ternyata pekerjaan yang Om miliki harus Om lepas, dan anak-anak dirumah pada sakit. Terbayang bagaimana senyum si kecil mengantar Om pagi tadi, katanya kerja … sebenarnya Om Cuma mampir dari satu warkop ke warkop lain menggunakan fasilitas wifinya sekedar OL di DS bentar, dan melamar pekerjaan.

Siang terik itu memaksa Om menggeleliat di panas ruangan, Om coba buat merenggangkan otot yang luar biasa penatnya… entah emang otot ini yang penat, entah hati yang penat.. Om rogohkan telapak tangan kanan ke saku celana.. menatap bentar mencoba menghitung beberapa lembaran 5000an, beberapa 20an ribu dan selembar lima puluh ribuan… sekitar 170an ribu, ndak cukup buat exe… nyabun ahh bosan… mungkin sedikit pijat beneran… Om butuh sekarang…

Mobil baru (nyicil) ini membawa Om ke bilangan Landak baru, gontai rasanya masuk ke PP Pon** D***
Lelaki gemulai yang menyapa Om siang itu, ndak terlalu Om gubris… tipis senyum sekedarnya Om Cuma Tanya berapa pijat sejam ? katanya 75 ribu… Otak sederhana Om Cuma berpikir bila dua jam Om pijat disini minimal cukup Uang Om sambil pulang nanti singgah beli coto …
“Ya udah, yang mana aja…”, kata Om tanpa melihat jejeran foto dan nama para therapis di meja penyambutan paling depan… “yang penting pijatnya enak… mana kamar yang dingin ?” lanjut Om

Kamar nya lumayan, bukan terbataskan tripleks dan berpintu gorden seperti PP lainnya. Kamar 4×4 M dengan AC spit model tahun 2000an dengan kamar mandi dalam, spring bad ukuran nomor 2, lumayan Om rasa… Cuma mungkin hati yang sedang ndak terlalu enjoy jumat itu… ah, Om coba menyedot batang rokok om entah yang keberapa hari itu, Om coba hembuskan keras2 ke awang2 berharap semua kesal ikut bersama kebulan rokok Om itu … laksana pria mabuk Om buka baju dan celana Om menyisakan celana dalam Om yang bau itu… lantas tengkurap di tempat tidur besar itu…

Om Cuma bermain2 dengan apa dan bagaimana hidup Om di minggu depan, ndak pernah terpikir siapa therapis yang akan memijat Om ini hari, rasanya remuk perasaanku, ngapain juga harus kupikir buat exepun tak cukup 170ribu ini… Om mainkan pikiran egois Om ke lokasi masa depan yang masih kabur buat diuber… ahh… dunia yang kejam…

Menit berlalu, hampir 10 x
Pelan suara derit pintu dibuka, dibelakangnya Om dengar sepintas langkah munggil sang therapis…
Terbuka pintu, Om masih tengkurap… setelahnya Om dengar lirih suara sapaan sekedarnya, siang pak.. lantas derit pintu kamar ditutup kembali… masa bodo, Om ndak mencoba juga melirik sang therapis yang sepertinya mulai masuk ke kamar mandi, sepertinya pipis sambil mung kin cuci tangan.

Langkah kecil itu terdengar lagi keluar kamar mandi…
Sepertinya ingin menyapa… lantas terdengar suara jatuhnya sesuatu, yang jelas itu minyak pijatnya jatuh, suara tergagap keluar dari bibir manis sang therapis … ah … “aahhh, Bpknya Ve***, astaga !”

Seperti granat jatuh disamping Om, ndak tau dengan kecepatan ultra berapa seraya melompat mendengar nama anak tertuaku disebut. Semi berdiri di kasur putih itu mulut Om terkunci “Astaga… mamanya Zoel***, kenapa disini …. !”

Ya Tuhan inilah tetanggaku nanseksi yang selalu menyapa setiap pagi… dan sore… inilah tetangga Om nan montok yang selalu menjadi bahan bahasan setiap malam di Pos ronda… Sekarang tetangga Om yg Cuma berjarak dua rumah dari rumah Om… tertegun depan kamar mandi sebuah PP menatap Om yang melongo berdiri diatas kasur dengan hanya memakai CD…

Mati, aku !!!!

Seakan berhenti jarum jam untuk beberapa lama
Kami saling memandang dan menelan air ludah, hamba tak tak musti berkata apa… bahkan perlukah menutup auratku yg kini sisa berbalut CDpun daku tak bisa… Nampak wanita dewasa yang kupanggil mamanya Zoe*** ini mulai kikuk dan mencoba mengambil apa yang jatuh tadi, lantas mencoba menenangkan dentum dalam dadanya… Cuma suara lirih …”Maaf Bpknya Ver**** ndak tau saya klo suka kemari…., atau biar kupanggil temanku saja ya … sambil mencoba berdiri dari samping tempat tidur”

“Sudahlah … jangan”, dentuman grogipun coba ku tahan…
Coba ku tarik pelan tangannya agar sama duduk di pinggir tempat tidur… sengaja kupakai lagi kaos dalam bau milikku agar suasana ndak canggung… dan mujlailah kami bercanca layaknya pembicaraan tetangga yang biasa terjadi… ujung-ujungnya…. Dicubitnya pinggir perutku sambil senyum …”Hayo mau ngapain sebenarnya tadi dating kemari …”

Nyengir kuda kucoba sampaikan … sumpah daku Cuma pingin pijit, krn dengan uang yang tersedia saat ini, ndak mungkin minta macam… lanatas dengan pertanyaan nakal coba daku serang… berapa banyak laki2 yang biasa ditemaninya dan permainan apa yang disukanya….

Kami tertawa… gila manisnya senyum itu … sial ndak bisa kubendung…
Terpaksa bibir itu daku lumat juga akhirnya… pelan… pelan … santai, kubiarkan sebentar sebelum akhirnya bibirpun mulai bekerja… dengan ujung lidahku mencoba membelai halus tengkuk dan selesai di bahu, ku gigit sedikit bahu itu….

Di gigit bibirnya… menahan agar tak ada rintihan, entah bagaimana caranya kami telah bugil bersama
Terakhir Cuma kurasa tajam kukunya mulai mencengram punggungku, sambil berusaha sampaikan bahwa tak ada kondom disitu…. Dan tolong keluarkan di luar nanti ya….

“Bodo amat …” Cuma itu pikirku
Mencoba sedikit mencoba membuka kancing bra wanita cantik itu, dengan gigi… sekarang aku sudah dibelakang wanita itu, semua pekerjaan membuka bajunya dan branya… kukerjakan dengan gigi dan lidah… sementara tanganku tetap mengenggam erat tangannya… yang sepernya sudah tak ada pemberontakan ….

Entah kesombongan entah apa namanya. Tapi jelas wanita itu kuat menggigit bibirnya melawan hawa panas serangan ilmu hitamku siang terik itu…sesekali lepas gengaman tangannya dia Cuma mencakar kuat paha, punggung atau bagian apapun tubuhku yang bisa digapainya

Masih di belakangnya,
Sekarang ku gengam payudara putih itu, tidak besar… jelas masih kencang
Sementara dari belakang daku masih mencoba mengigit pinggul belakang wanita itu pelan sambil sesekali menyapunya kemudian dengan lidah kering, dan lidah berhenti di atas belahan pantat wanita itu. Ku anggap saja sebagai meqi… ujung pantai itu mulai tersapu dengan lidahku dan tanganku mulai memilin tenang ujung putting wanita itu …

“Tidak !!!!…tidak “….. ahhhhh
Akhirnya tak kuat dia menggiit bibirnya sendiri mencoba menahan agar tak seperti kepingin. Sekarang kain bantal yang mulai di gigitnya… hebat wanita ini, dia tak mau menunjukkan bila dia menginginkan itu
Rancak bibirnya terakhir Cuma berpesan agar jangan keluarkan di dalam… jangan keluarkan di dalam

Badanku yang besar, sekarang sudah mudah membaliknya dan mulai menggigit perut dan menjelajahi perut putihnya dan berhenti di pusar… kumainkan sebentar lidah disana, dan ketika kulepas genggamanku dan terasa lagi cengkraman di bahuku akan kukunya…. Lepas, kusikat putingnya….

Skrng jelas suaranya ku dengar… ahhh panjang lengkuhan….
Sudah hampir 15 menit foreplay berjalan, sialan baru keluar juga itu lengkuhan ….
Walau setengah mati di tahannya menutup paha… sedikit kupaksa dan terbukalah akhirnya

Bau khas dari lubrikasi nafsunya mulai tercium….
Nah ini dia, akhirnya ilmu pamungkas empu gandrang keluar juga….
Sulit menceritakannya, mungkin praktek langsung aja nanti klo ada sister yg sudi menjadi tumbal…
Akhirnya Cuma menggeleng kiri kanan sementara tangannya ganti mencakar kasur dan bantal…
Tak ada lagi hambatan… ahhhh ahhhh hhiiiiiihhhhhh…. Akhirnya suara itu keluar juga….
Dan sekoyong2 dia terduduk… tangan kirinya menyangga di belakang tubuhnya sementara tangan kanannya mencambak keras rambutku …. Big O akhirnya…. Sambil tetap berteriak TIDAK !!!!!

Belum terkulai wanita ini, tangan yang mencambak rambutku mulai seperti belaian…
Ampun bapaknya ver*** kenapa kau buat begini saya ….. suara itu yang keluar dan sebelum selesai Aku kulum habis bisirnya …..

Tonggkat sakti di arahkan pada rengkahan merah vaginanya
Satu dorongan masuk seluruhnya…. Dan tanpa suara cengkraman di punggung ku dapat lagi….
Sementara naik turun naik dan turun tongkat ajaib mengkorek habis dalam2…..
Satu dorongan, dan mulai diimbanginya dengan menahan pinggulku… dan seperti lantunan dangdut ban berjoget, wanita itu berusaha mencarikan O yang keduanya….

Sialnya aku tak tahan…. Habis digoyang seperti itu geli banget
Akhirnya cepat ritme tercipta dan ingin segera ku cabut tongkat sakti itu dan menumpahkan di perutnya
Tapi ……. Ternyata, ditahanya pungggungku dan mulai digigitnya bahuku….

“ biar mi saja diu dalam ….. Biar mi…. kasih keluar ka’ ndak tahan saya ….”
Dan dengan sedikit gerakan terakhir …. Muntah juga maniku di dalam bersama gigitannya di bahuku
Sementara cakaran yang entah keberapa kurasakan di punggungku ….
Gila….

Sekarang entah gimana bayarnya…. Seluruh isi dompetku ku berikan padanya
Tapi waktu pulang…. Diberikannya daku 50 rban… buat makan coto katanya

Gila…. Tetanggaku ini … tetangga di PP, ampun
Doaku semoga ini terulang…. Dan memang terulang lagi waktu kopdar Makassar capter edisi Januari yang kebetulan diambil lokasi di PP tersebut …. Pesertanya sekitar 14 org member Makassar
Semua menjadi kejadian tak terlupakan … sungguh… bencana atau berkah ??? sekian cerita om

Jangan lupa kunjungi pacar sewaan yang asik buat nongkrongin cewek jablay.

1 Comment »

  1. Anggi said

    Aku jg mau tuh digenjot begitu,digerayangi penuh nafsu ooh

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: